Fiction Story

Blog ini hanya berisikan tulisan saya, cerpen, dan puisi. Kalo mau yang lain, berkunjung sama yang lebih ahli deh :)

Antusiasme Pria Sejati

Aku merupakan salah satu mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Sumatera Selatan, namaku J. Di kampus biasanya orang memanggilku dengan sebutan "Pujangga Cinta", itu dikarenakan pergerakanku yang terlalu bersemangat dalam mencari CINTA :D. Tak lepas dari itu, aku seringkali di permainkan teman-teman 1 kelas dengan guyonan yang sedikit agak JLEB. Pagi itu, aku bersama seorang yang bisa dikatakan sahabatku "sebut saja Jokowi" pergi bersama ke kampus. Tapi walaupun di katakan seorang sahabat, dia ternyata juga tak segan-segan mem-bully ku. Langkah kakipun tak berasa sampai ketika sudah berada di kampus, terlihat teman-teman sedang berkumpul d luar kelas.

 --Tiba-tiba-- *dengan backsound horror*
"Woi J, mana tuh inceran lo?" salah satu dari mereka menyapa dengan tawa terbahak-bahak.
Aku menoleh sedikit dengan muka masam dan melanjutkan untuk masuk ke dalam kelas.
Sahabatku pun ikut tertawa tanpa memikirkan perasaanku yang tersiksa ini.
"Jokowi, aku duduk disana ya" dengan memasang wajah chubby aku meletakkan tas ke kursi tujuanku
"Loh, ga mau di sebelahku ya?" jawabnya dengan nada agak kecewa. Tapi aku tahu di dalam pikiran nya, sudah tersimpan niat untuk mem-bully di tengah2 jam perkuliahan.
"Ntar aja deh, nunggu aku dapet pacar. Hahaha" candaku padanya.

Dikelas kami, semua anak seperti membuat grup dalam pertemanan. Dan dari setiap grup didalam kelas terdapat inceranku *maruk banget kan? :D*.

Hari ini sebenarnya saya sudah menyusun rencana untuk menembak salah satu cewek *entah di grup yang mana* *Sebut saja Mawar*.   Pada jam istirahat, dia terlihat sedang duduk sendiri di dalam kelas. Aku pun bergegas duduk disampingnya.

"Mawar, ada yang mau ku omongin nih" tatapku dengan wajah dengan keringat yang "bochor".
"Hmm? Mau ngomong apaan?" jawabnya dengan santai.
"Gini, sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu. Dimanapun kamu berada, aku selalu memperhatikan kamu. Jadi, kamu mau ga ngelepas status lajangmu denganku?" dengan agak lebay dan berkeringat yang hampir kayak banjir akhir-akhir ini aku bertanya.
Dia terlihat agak kaget mendengar pengutaraan cintaku. Beberapa menit kami sempat tak mengeluarkan kata-kata.
"Anuu.." jawabnya terputus. Baru 1 kata keluar, tapi jantung uda kayak mau lepas.
"Aku belum boleh pacaran sama ortu. Maaf ya" sambungnya dengan menggunakan alasan klasik yang biasa digunakan untuk menolak seorang pria secara tidak langsung. 
Aku paham betul dengan jawaban seperti itu, karena pengalaman ku sudah di level "Hard" dalam penolakan *Sedih banget ya*.
"Yah udahlah gapapa kalo itu memang kehendak ortu mu" jawabku tersenyum. Karena sudah terbiasa di tolak, jadi santai aja deh. Aku pun mencari-cari alasan untuk beranjak dari tempat itu karena alasan harga diri. #Cuihh

Yah setidaknya ituah gambaran dari sebutan "Pujangga Cinta" yang di bilang sama teman-temanku. Penolakan itu terus terulang disetiap wanita yang berbeda. Aku seperti terkena kutukan dewa romawi *lebay, alay, ngaco".




NOTE: Apabila terdapat kesamaan nama dan karakter, itu namanya takdir.







0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.